Home | Looking for something? Sign In | New here? Sign Up | Log out

Monday, 26 December 2011

Gejala Psikis pada manusia Normal

/ On : 08:48/ Thank you for visiting my small blog here.

GEJALA PSIKIS PADAMANUSIA NORMAL

Keberhasilan pendidik dalam melaksanakan berbagaiperanannya antara lain akan dipengaruhi oleh pemahamannya tentang perkembanganpeserta didik. Oleh karenaitu agar sukses dalam mendidik, kita perlu memahami perkembangan, sebab hal inimembantu kita dalam memahami tingkah laku. Tingkah laku siswa sendiri dipelajaridalam suatu ilmu yang disebut sebagai psikologi. Psikologi adalah ilmu yangmempelajari jiwa manusia.
Sumbangan Psikologi terhadap pendidikan, Subjekdan objek pendidikan adalah manusia (individu) psikologi memberikan wawasanbagaimana memahami perilaku individu dalam proses pendidikan dan bagaimanamembantu individu agar dapat berkembang secara optimal serta mengatasipermasalahan yang timbul dalam diri individu (siswa) terutama masalah belajaryang dalam hal ini adalah masalah dari segi pemahan dan keterbatasanpembelajaran yang dialami oleh siswa. Psikologi dibutuhkan di berbagai ilmupengetahuan untuk mengerti dan memahami kejiwaan seseorang.  Psikologijuga merupakan suatu disiplin ilmu berobyek formal perilaku manusia, yangberkembang pesat sesuai dengan perkembangan perilaku manusia dalam berbagailatar.
Belajar dengan cara menyenangkan bagi siswa,kurang mendapatkan perhatian para pendidik. Sebagian besar guru mengajar denganmetode ceramah dan “menjejali” anak dengan materi pelajaran untuk mengejartarget kurikulum. Akibatnya hasil pembelajaran kurang signifikan sesuai dengankompetensi yang diharapkan sesuai kurikulum. Sebaiknya para tenaga pendidikmulai berbenah diri agar beberapa kompetensi guru profesional dimiliki sehinggaakan berpengaruh terhadap peningkatan mutu pembelajaran.
Di zaman kemajuan ilmu pengatahuan dan teknologisekarang ini, para ahli berusaha untuk meningkatkan mengajar itu menjadi suatuilmu atau science. Dengan metode mengajar yang ilmiah, diharapkan prosesbelajar mengajar itu lebih terjamin keberhasilannya. Inilah yang sedangdiusahakan oleh teknologi pendidikan. Sebuah obsesi bahwa pada suatu saat,mengajar atau mendidik itu menjadi suatu teknologi yang dapat dikenal dandikuasai langkah-langkahnya.
Teknologi pendidikan keberadaanya sudah cukuplama, yaitu di era pertengahan 1970-an. Namun sekarang masih banyak tenagapendidik yang kurang begitu memahami apalagi menerapkannya dalam duniapendidikan. Bahkan tidak dapat dipungkiri, masih banyak orang yang memiliki persepsiyang keliru terhadap disiplin ini. Mereka beranggapan bahwa teknologipendidikan hanya mengenai televisi, computer atau penggantian peran guru olehseperangkat teknologi di kelas.
Teknologi pendidikan memberikan pendekatan yangsistematis dan kritis tentang proses belajar mengajar. Teknologi pendidikanmemandangnya sebagai suatu masalah yang harus dihadapi secara rasional denganmenerapkan metode pemecahan masalah. Di samping itu perkembangan teknologipendidikan didukung oleh perkembangan yang pesat dalam media komunikasi sepertiradio, televisi, video, CCTV, computer, internet dan lain-lain yang dapatdimanfaatkan bagi tujuan instruksional. Dengan mempelajari teknologipendidikan, guru akan memilki pegangan yang lebih mantap dan pedoman yang lebihdapat dipercaya untuk memberi pengajaran yang efektif. Sikap ilmiah terhadapproses belajar mengajar akan memberi sikap yang lebih kritis terhadap caramengajar dan mendorong untuk mencari cara yang lebih menjamin keberhasilannya.Dengan mendalami teknologi pendidikan, guru dapat meningkatkan profesinyasebagai guru dan meningkatkan keguruan menjadi suatu profesi dalam arti yangsebenarnya. Setelah mendalami diharapkan guru mampu menerapkannya dalampembelajaran karena memiliki nilai yang sangat penting dalam upaya peningkatanmutu pendidikan.
Konsep dan prinsip teknologi pembelajaran sendiridikembangkan dan diperkaya oleh ahli-ahli bidang Psikologi, seperti Bruner(1966), dan Gagne (1974), ahli Cybernetic seperti Landa (1976), dan Pask(1976), serta praktisi seperti Gilbert (1969), dan Horn (1969), sertalembaga-lembaga pendidikan yang memiliki ketertarikan atas pengembangan programpembelajaran. Walaupun teknologi pembelajaran termasuk masih prematur, akantetapi usaha pengembangannya terus dilakukan secara kreatif dan teliti sehinggamampu memecahkan permasalahan yang muncul dalam pembelajaran, sampai kepadahal-hal mikro dalam tahapan tingkahlaku belajar peserta didik.

PengertianManusia Normal
Dalam kehidupan nyata pada dasarnya manusia menyadari bahwa perilakunya akan menimbulkan akibat.  Dibandingkan makhluklain manusia mampu berfikir dan meningkatkan sifat adaptif dengan cara-carayang masuk akal. Maka,Manusia normal merupaka  manusia yang memiliki kesadaran diri, merenungkanmasa lalu, masa depan, kehidupan, kematian serta manusia yang memiliki rasamoral, dalam artian manusia adalah makhluk yang beretika. Manusia adalahmakhluk yang berbudaya dan bermasyarakat. (GG.Simpson).
     
Pembagiankelompok dan gejala gejala kejiwaan manuisa normal
      Pada tiap individumanusia yang normal pada umumnya memiliki gejala-gejala kejiwaan ataupernyataan-pernyataan jiwa yang secara garis besarnya dalam psikologi umumdibagi menjadi 4, diantaranya :
a.   Gejala pengenalan (kognisi)
yang termasuk kegiatan psikis pengenalan/kognisi ini adalah gejala-gejalajiwa seperti: pengamatan, tanggapan, ingatan, assosiasi, fantasi, berpikir, danintelligensi.
b.   Gejala jiwa perasaan (emosi)
Bigot dkk membagi gejala jiwa perasan ini menjadi 2 yaitu:
1.   perasaan rendah/jasmaniahyaitu perasaan pengindraan & perasaan vital
2.   Perasaanluhur/rohaniah (perasaan keindahan, sosial, kesusilaan, ketuhanan, diri danintelektual).
c.   Gejalajiwa kehendak (konasi), ada dua macam gejala jiwa kehendak yaitu:
1.   gejalakehendak yang indriah seperti tropisme, refleks, instink, automatisme, nafsu,kebiasaan, keinginaan, dan kecendrungan. Gejala kehendak ini tidak dipengaruhi akal pikiran.
2.   gejala kehendakrohaniah (kemauan).
d.   Gejala campuran, diantarnya ialah minat danperhatian, kelelahan dan sugesti.
Gejala gejala ini ditujukan untuk memudahkan orang dalam mempelajarigejala gejala kejiwaan pada manusia yang normal, karena setiap individu manusiayang normal dan berbudaya dimanapun berada pada dirinya terdapat ke-4 jenisgejala gejala kejiwaan tersebut. 

 Sumber :
Ahmadi, Abu danSupriyono Widodo. 1990. PsikologiBelajar (Jakarta:Rineka Cipta).
Abror, Rachman.1993. Psikologi Pendidikan (Yogyakarta: PT. Tiara Wacana Yogya).

Relate Posts



0 comments:

Post a Comment